#mamahgajahbercerita #tantanganmagata2026
Aku bangun pagi, seperti biasa, sebelum alarm berbunyi. Target bangun jam 7.30 karena sedang tidak shalat, tapi terbangun jam 6 karena sekarang sudah hampir musim panas. Subuh jam 4, maghrib jam 9.30 malam dan jam 6 pagi sudah terang benderang!
Setelah mengecek jam berapa sekarang, yang berikutnya dicek adalah aplikasi kalender: apa saja jadwal hari ini? A ujian topografi negara-negara Eropa tengah. S ada kegiatan kunjungan sekolah ke kinderenboerderij (Peternakan hewan untuk edukasi anak-anak).
Berikutnya yang dicek adalah aplikasi SocialSchool, aplikasi yang digunakan sekolah dasar disini untuk berkomunikasi dengan orang tua murid. Paling mengagetkan kalau pagi-pagi ternyata ada berita guru anak sakit, tidak ada guru pengganti, dan anak diliburkan. Awal pindah kesini dulu sampai terheran-heran, mana ada di Indonesia anak-anak libur karena tidak ada guru? Paling-paling jam kosong dan anak-anak bersenang-senang di kelas, ribut- ribut tanpa guru, hehe. Di Belanda isu kekurangan tenaga pengajar sudah sejak lama ada. Ketika ada guru yang sakit maka opsinya adalah kelas dipegang guru pengganti, -jika ada-, atau anak dibagi-bagi ke kelas lain (yang pembagiannya sudah direncanakan dari awal dan dipasang di papan kelas), atau opsi terakhir, anak diliburkan.
Setelah yakin tidak ada pengumuman mendadak di SocialSchool, aku pun mencari info kegiatan S ke kinderenboerderij. Apa saja, ya, yang harus dibawa S nanti? Jam berapa harus berkumpul di sekolah? Kali ini aku tidak ikut menjadi hulpouder (orangtua yang membantu aktivitas ekstra sekolah seperti kunjungan ke kinderenboerderij ini). Tampaknya aktivitas ini sangat populer sehingga dalam beberapa menit sejak aktivitas ini diumumkan dulu, langsung ada 5 orangtua murid yang mendaftar. S cukup sedih aku tidak ikut berpartisipasi dalam aktivitas ini, tapi aku berjanji akan menjadi hulpouder nanti di aktivitas yang lain. Sebelumnya aku juga sudah beberapa kali ikut membantu. Salah satunya ketika ada pelajaran bersepeda, dimana anak-anak praktek bersepeda dasar : bersepeda lurus ke depan, bersepeda dengan rute memutar, dan bersepeda dengan rute berbelok - belok. Aku juga membantu membacakan buku di depan kelas ketika ada acara makan pagi bersama di musim semi. S senang sekali setiap aku menjadi hulpouder. A juga, tapi kini tidak lagi, karena ia sudah beranjak besar. Kalau dulu ia seperti S yang menunggu - nunggu kapan aku akan menjadi hulpouder, sekarang ia menolak tiap kutawarkan. Karena itu aku berjanji akan sebanyak-banyaknya menjadi hulpouder untuk S mumpung ia belum malu ada orangtuanya di sekolah, hehe.
Berikutnya yang harus dilakukan adalah menyiapkan sarapan. Biasanya berupa pastry yang dibeli di supermarket sehari sebelumnya. Menu kesukaan A adalah frikandel broodje halal (pastry isi sosis), atau kaastengel jalapeno (pastry keju dengan jalapeno). Pilihan S adalah borek feta spinaci ( semacam lumpia isi bayam dan keju feta) dari supermarket Dirk atau kaastengel (pastry keju) dari supermarket AH. Ayahnya suka pastel di nata (pie dengan isi vla susu). Semuanya kupanaskan di airfryer. Kadang-kadang A membantu, ia sudah mahir menggunakan airfryer sekarang.
Kemudian aku bergerak menyiapkan bekal anak- anak berupa buah dan makan siang. Hari ini ada semangka yang kubeli di pasar Selasa. Karena sekarang sudah musim, jadi semangka sudah bisa didapatkan di pasar dengan harga murah. Kalau tidak ada, biasanya A suka apel atau pear. S suka pear, dan sekarang mulai mau makan jeruk juga, tapi harus dikupas semua sehingga tinggal ia makan bulir-bulir jeruknya tanpa kulit sama sekali!
Makan siang A dan S akhir-akhir ini berupa wrap, berganti trend dari yg sebelumnya roti bun isi. Untuk A isinya adalah daging-dagingan, kali ini bola-bola daging vegan Ikea. Untuk S isinya harus ada kejunya dan saus, kali ini isiannya schnitzel keju gouda. Saus kesukaan S harus kustok sendiri, campuran dari mayonnaise, saus tomat, gula, rempah dill kering, bawang putih bubuk, dan lemon.
Pas sekali ketika semua siap A dan S sudah bangun. S sangat tak sabar ingin pergi ke peternakan jadi sejak malam ia sudah bangun dan mengenakan baju pilihannya! Karena mungkin bertemu kelinci, hari ini dia memilih baju yang putih semua dengan bando kuping kelinci yang bisa bergerak-gerak. S memang selalu memilih dengan cermat baju dan asesoris yang dipakainya tiap hari. Berkebalikan dengan A yang lebih praktis, apa saja celana dan kaos yang ada akan dipakainya.
A dan S sekarang sudah tanpa perlu diingatkan akan langsung melakukan rutinitas paginya, ke toilet, wudhu, shalat Subuh, sarapan, lalu bersiap-siap sekolah. Yang masih perlu kuingatkan hanyalah menyikat gigi sebelum pergi, memakai sunblock dan menyisir rambut. A kadang menyisir sekenanya saja sehingga harus kusisir ulang dengan tambahan gel rambut supaya rapi. S kadang membutuhkan bantuan untuk rambut belakangnya yang kusut, sehingga aku atau ayahnya kadang turun tangan dengan bantuan spray rambut anti kusut. Untuk hari ketika ada ujian, PR, atau olahraga di sekolah aku harus mengingatkan juga untuk belajar ekstra sebelum berangkat, membawa PR atau sepatu dan baju olahraga.
Hari ini suamiku, T, bekerja dari kantor, sehingga A dan S berangkat bersama ayahnya. Aku pun mulai jam 9 pagi menikmati rumah menjadi milikku sendiri begitu mereka pergi: me time! Karena T di hari lain selalu bekerja dari rumah, me time ini barang langka! Kadang kupakai untuk membuat gorengan kesukaanku. T tidak suka rumah bau minyak gorengan, walaupun dia nantinya ikut menikmati dengan semangat juga gorengan hasilnya. Kadang kupakai olahraga dengan bermain Just Dance di Switch tanpa harus bergantian memilih lagu dengan anak-anak. Kali ini kugunakan untuk menulis.
Setelah itu waktunya memasak untuk makan malam dan siang besok. Aku sedang tidak ada stok daging di freezer karena hari Ahad kemarin tidak sempat berbelanja ke toko Turki yang menjual daging halal. Daging halal bisa juga disini didapatkan di supermarket umum, tapi bentuknya kemasan dan relatif lebih mahal. Supermarket Turki/Maroko yang menjual daging, Alhamdulillah, ada banyak di kota ini. Tempatnya di daerah selatan kota yang banyak penduduk muslimnya atau di pertengahan kota yang pusat berbagai kultur. Sayangnya rumahku tidak terlalu dekat, jadi belanja daging biasanya kulakukan di hari Ahad ketika mengantar anak-anak ke TPA di masjid Maroko yang berada di selatan kota.
Karena tidak ada daging kuputuskan membuat pizza hari ini. Kebetulan mozzarella sedang sale beberapa hari yang lalu dan sudah kustok di rumah. Tinggal menyiapkan adonan sekarang, nanti digiling dan dibentuk menjelang anak- anak sudah pulang sekolah ketika adonannya sudah mengembang.
Setelah menyiapkan menu, kegiatan-kegiatan rumah lain menanti: mengosongkan dan mengisi dishwasher, melipat baju-baju kering yang menumpuk karena T mengerjakan cucian borongan sekaligus ketika keranjang baju kotor telah melimpah-limpah keluar saking penuhnya. Untunglah aku bisa melakukan hal-hal ini sambil menonton seri TV yang kuikuti supaya tidak bosan. Kalau sedang insyaf, kulakukan sambil mendengarkan ceramah, atau murojaah hafalan.
Jam 2. 45 siang waktu anak-anak pulang sekolah. Setelah kujemput biasanya mereka akan mandi dulu sebelum beraktivitas di rumah. Akan tetapi hari ini ada karate, jadi nanti mereka baru akan mandi setelah pulang karate. Mereka biasanya pulang dalam keadaan lapar, jadi pizza hari ini bisa menjadi senjata ampuh menenangkan mereka. Di hari yang anak-anak tidak ada aktivitas karate, musik atau berenang, mereka punya tugas mengaji, menambah hafalan surat, dan berlatih musik. Sayang sekali tugasku mengingatkan dan mengejar-ngejar mereka melakukan tugas-tugas ini belum selesai. Alhamdulillah, walaupun belum dilakukan dengan kesadaran sendiri, akhir-akhir ini frekuensi tangisan dan tantrum penolakan mereka untuk melakukannya sudah semakin minimal. Akupun jadi lebih tenang rasanya, tidak ikut menangis juga, hahaha.
Jam 4.30 kami sudah harus berangkat karate menggunakan metro/kereta bawah tanah. Awas, anak-anak harus diingatkan: apakah mereka sudah membawa semua kostum karatenya, perlengkapan karatenya, minum, snack, dan tiket transportasi umum? Mereka sudah bisa menyiapkan sendiri tapi kadang ada saja yang terlupa jadi aku selalu turun tangan mengecek sebelum berangkat.
Jam 5 S karate selama 45 menit, lalu giliran A karate, karena mereka di kelas umur yang berbeda. Waktu menunggu mereka les kugunakan untuk berbelanja. Kebetulan tempat karate mereka di dekat pertokoan dengan 2 supermarket dan berbagai toko kebutuhan sehari-hari lainnya. Sebelumnya biasanya aku sudah mendaftar barang apa yang sale di toko apa. Sehingga waktu menunggu ini kugunakan dengan maksimal berpindah dari satu toko ke toko yang lain membeli kebutuhan rumah tangga yang sedang diskon. Sejak perang Ukraina pecah harga-harga disini semakin meninggi dan tidak pernah turun, jadi strategi mencari harga termurah ini cukup berpengaruh untuk memaksimalkan daya beli.
Beruntung aku kenal dengan beberapa orangtua teman karate A dan S. Waktu menunggu sambil berbelanja bersama ini juga kugunakan untuk bersosialisasi. Akhirnya bisa bercakap-cakap dengan orang dewasa lain selain keluarga! Kadang kami bertukar resep, bertukar info barang diskon, atau sekadar ngobrol-ngobrol keluh kesah ibu-ibu dengan anak kecil pada umumnya.
Jam 7 malam biasanya akhirnya kami sudah kembali ke rumah dan T sudah pulang juga dari kantor. Anak-anak lalu segera mandi sementara aku memanaskan makan malam. Kami makan bersama sebelum kemudian shalat berjamaah ashar. Karena sekarang waktu maghrib melewati jam tidur anak-anak, kebijakan kami adalah anak-anak diminta shalat maghrib dan isya sebelum tidur saja, mengingat mereka belum wajib shalat. T dan aku pun juga mengambil rukhsakh menjama' maghrib dan isya ketika waktu maghrib sesuai fatwa imam dari Jerman.
Anak-anak lalu ke toilet dan kusikat gigi mereka sebelum tidur. Disini orangtua diminta oleh dokter gigi untuk tetap menyikat gigi anak-anak sampai mereka berumur 12 tahun. Kadang-kadang mereka memilih menyikat gigi sendiri, dan kadang aku pun kecapaian sehingga ada malam-malam yang aku skip. Tapi tidak boleh terlalu banyak karena nanti aku yang dimarahi dokter gigi mereka ketika cek 3 atau 6 bulan sekali gigi mereka.
Lalu sampailah di waktu kesukaanku di akhir hari, berpelukan di kamar mereka sambil membacakan buku sebelum tidur. Aku suka sekali membaca dan Alhamdulillah anak-anak juga berhasil kutularkan kesukaanku ini. Kami selalu meminjam sejumlah maksimal peminjaman buku dari perpustakaan (10 untuk masing-masing anak) dan kami suka sekali menghabiskan waktu di perpustakaan ketika sedang tidak ada kegiatan. Dengan kebiasaan ini maka waktu membaca buku sebelum tidur juga fun untukku karena buku yang kubacakan belum pernah kubaca juga sebelumnya. Selalu ada kejutan menarik di buku-buku anak sekarang! Aku suka!
A sekarang sudah lebih suka membaca sendiri buku pilihannya. Tapi sesekali ia suka ikut mendengarkan dan nimbrung juga membahas buku yang kubacakan untuk A. Kadang juga ia membacakan sepotong penggalan cerita dari bukunya yang ia rasa lucu dan perlu dibagikan untuk kami. Setelah itu lampu dimatikan dan waktunya anak-anak tidur. Di malam ketika T pergi olahraga ping-pong kadang aku ikut tertidur di kamar mereka. Sejujurnya tidur yang paling menyenangkan memang bersama mereka. Alhamdulillah, senang sekali Allah menganugerahiku anak-anak yang menyenangkan dan nyaman bersamaku, semoga kami selalu bersama-sama di dunia akhirat dan mencapai surga firdaus, insya Allah.
Di lain waktu aku hanya menemani sebentar sampai mereka tertidur untuk kemudian menunggu waktu shalat maghrib bersama T. Shalat maghrib jama' shalat isya berjamaah, lalu kadang-kadang kami menonton seri / film baru yang tidak bisa ditonton bersama anak-anak. Sering aku dan atau T sudah terkantuk-kantuk dan tertidur di tengah-tengah film, sehingga biasanya satu film kami selesaikan setelah beberapa hari. Alhamdulillah sehari selesai, waktunya beristirahat, dan esok beraktivitas lagi, insya Allah!